TRAVELUMROH.ID | Sebelum berangkat ke Tanah Suci, calon jamaah umroh tidak cukup hanya menyiapkan paspor, perlengkapan, dan kebutuhan perjalanan. Memahami rangkaian tata cara umroh itu sendiri juga sangat penting agar setiap tahapan dapat dijalankan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.
Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama, rukun umroh terdiri dari lima bagian, yaitu ihram, tawaf, sa’i, bercukur atau tahallul, dan tertib. Kelimanya menjadi bagian utama dalam pelaksanaan umroh. Karena itu, jamaah sebaiknya memahami bukan hanya urutannya, tetapi juga cara pelaksanaannya.
5 Rukun Umroh
Rukun umroh adalah rangkaian ibadah utama yang harus dilaksanakan agar umroh menjadi sah. Setiap rukun memiliki tata cara dan urutan yang perlu diperhatikan oleh jamaah selama menjalankan ibadah.
1. Ihram
Ihram dimulai ketika jamaah berniat untuk melaksanakan umroh. Sejak niat tersebut, jamaah memasuki keadaan ihram dan terikat dengan berbagai ketentuan serta larangan yang berlaku. Ihram perlu dibedakan dari pakaian ihram.
Pakaian ihram adalah pakaian yang dikenakan sesuai ketentuan, terutama bagi jamaah laki-laki. Sementara ihram berkaitan dengan keadaan ibadah yang dimulai dengan niat.
Calon jamaah juga perlu memahami miqat, yaitu batas yang telah ditentukan untuk memulai ihram. Penjelasan mengenai miqat biasanya menjadi salah satu bagian penting dalam manasik sebelum keberangkatan.
2. Tawaf
Setelah memasuki ihram dan tiba di Makkah, jamaah melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Tawaf dimulai dari arah Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah. Kondisi Masjidil Haram dapat sangat ramai, terutama pada musim tertentu.
Karena itu, memahami alur tawaf sebelum berangkat akan membantu jamaah lebih fokus dan tidak mudah bingung saat berada di lokasi.
3. Sa’i
Sa’i dilakukan dengan berjalan antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Pelaksanaannya dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Perjalanan dari Safa menuju Marwah dihitung satu kali, kemudian perjalanan dari Marwah kembali ke Safa dihitung sebagai perjalanan berikutnya.
Jamaah tidak harus menghafal seluruh detail lokasi sejak awal. Namun, memahami urutan dan tata caranya melalui manasik akan sangat membantu ketika berada di Masjidil Haram.
4. Bercukur atau Tahallul
Setelah menyelesaikan sa’i, jamaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memotong rambut. Bagi jamaah laki-laki, rambut dapat dicukur hingga habis atau dipendekkan sesuai ketentuan. Jamaah perempuan memotong sebagian rambut sebagaimana dijelaskan dalam tuntunan manasik. Tahallul menjadi bagian dari rangkaian umroh sekaligus menandai berakhirnya keadaan ihram setelah tahapan sebelumnya diselesaikan.
5. Tertib
Tertib berarti menjalankan rukun umroh sesuai urutannya, yaitu ihram → tawaf → sa’i → bercukur atau tahallul. Urutan tersebut memang terlihat mudah dilakukan, tetapi penting dipahami sejak sebelum keberangkatan. Jamaah yang sudah mengetahui alurnya biasanya lebih mudah mengikuti arahan pembimbing ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Perbedaan Rukun dan Wajib Umroh
Rukun umroh berbeda dengan wajib umroh. Dalam tuntunan manasik yang digunakan Kementerian Agama, jamaah perlu memperhatikan ihram dari miqat serta larangan selama berada dalam keadaan ihram. Kementerian Agama juga kembali menegaskan pada bimbingan manasik 2026 bahwa jamaah perlu menjaga kedua hal tersebut.
Miqat merupakan batas untuk memulai ihram sesuai jalur kedatangan jamaah. Bagi jamaah yang datang menggunakan pesawat, waktu persiapan ihram perlu diperhatikan agar tidak melewati miqat sebelum berniat.
Setelah berihram, jamaah juga perlu menjaga diri dari berbagai larangan ihram. Ketentuannya antara lain berkaitan dengan memotong rambut atau kuku, menggunakan wewangian setelah berniat, dan larangan lainnya sesuai tuntunan.
Perbedaan rukun dan wajib juga terlihat pada konsekuensinya. Rukun harus tetap dilaksanakan dan tidak cukup digantikan dengan membayar dam. Sementara meninggalkan wajib umroh dapat memiliki konsekuensi dam sesuai kondisi dan ketentuan fikih.
Penjelasan MUI mengenai miqat, misalnya, menyebut bahwa meninggalkan miqat tidak otomatis membatalkan umrah, tetapi dapat menimbulkan kewajiban dam. Jika jamaah mengalami keraguan selama menjalankan ibadah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan pembimbing manasik agar mendapatkan arahan sesuai kondisi yang dialami.
Jadi, lima rukun umroh adalah ihram, tawaf, sa’i, bercukur atau tahallul, dan tertib. Kelima bagian tersebut perlu dipahami sebelum keberangkatan karena menjadi rangkaian utama dalam pelaksanaan ibadah umroh.
Melalui manasik, jamaah dapat memahami miqat, larangan ihram, urutan ibadah, serta kondisi yang mungkin ditemui di Masjidil Haram. Persiapan ini membantu jamaah menjalankan umroh dengan lebih tenang dan tidak sekadar mengikuti rombongan tanpa memahami ibadah yang sedang dilakukan.
Referensi:
● Kementerian Agama Republik Indonesia. Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2024.
● Majelis Ulama Indonesia

1 komentar