Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Hijrah di sini adalh bukan hanya tentang perpindahan dari satu kota ke kota lain. Peristiwa ini menandai dimulainya fase baru dakwah Rasulullah SAW setelah kaum Muslimin menghadapi tekanan dan penentangan di Makkah.
Kisah hijrah beliau patut diketahui oleh seluruh umat muslim bahwa kota Madinah bukan hanya tempat berdirinya Masjid Nabawi, tetapi juga kota yang menjadi pusat perkembangan umat Islam setelah Rasulullah SAW berhijrah.
Latar Belakang Hijrah Nabi Muhammad SAW
Tekanan terhadap Rasulullah SAW di Makkah semakin kuat. Dalam QS Al-Anfal ayat 30 disebutkan adanya rencana orang-orang kafir untuk menahan, membunuh, atau mengusir Nabi Muhammad SAW. Dalam situasi tersebut, Rasulullah SAW kemudian meninggalkan Makkah menuju Madinah yang dulu bernama Yatsrib.
Perjalanan ini dilakukan bersama Abu Bakar ash-Shiddiq RA. Salah satu bagian yang paling dikenal adalah ketika keduanya berlindung di Gua Tsur sebelum melanjutkan perjalanan. QS At-Taubah ayat 40 mengabadikan peristiwa tersebut. Ketika keduanya berada di dalam gua dan Abu Bakar merasa khawatir, Rasulullah SAW menenangkannya dengan mengatakan agar tidak bersedih karena Allah bersama mereka.
Tafsir Ibn Kathir menjelaskan bahwa sahabat yang menemani Rasulullah SAW adalah Abu Bakar. Keduanya berlindung di Gua Tsur selama beberapa hari sebelum perjalanan menuju Madinah dilanjutkan.
Hijrah Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal
Perjalanan hijrah menunjukkan bahwa tawakal tidak berarti meninggalkan usaha. Rasulullah SAW tetap melakukan berbagai langkah untuk menghadapi risiko selama perjalanan. Di tengah keadaan yang sulit tersebut, beliau tetap menunjukkan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT. Inilah salah satu pelajaran yang dapat diambil dari hijrah ikhtiar dan tawakal berjalan bersama.
Perjalanan menuju Madinah kemudian membuka fase baru bagi kaum Muslimin. Masyarakat Muslim berkembang, kehidupan sosial mulai terbentuk, dan Madinah menjadi pusat berbagai peristiwa penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Karena besarnya arti peristiwa tersebut, tahun hijrah kemudian dijadikan sebagai titik awal kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Dikutip dari situs Dar-alIfta.org, Mesir mencatat bahwa keputusan tersebut dibuat setelah Umar bermusyawarah dengan para sahabat.
Hubungan Hijrah dengan Tempat yang Dikunjungi Jamaah Umrah
Bagi jamaah umrah, kisah hijrah terasa lebih dekat ketika berada di Madinah. Salah satu tempat yang berkaitan dengan perjalanan tersebut adalah Masjid Quba. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam Islam. Masjid ini dibangun pada tahun pertama Hijriah atau 622 M dan berada di jalur hijrah menuju Madinah.
Jamaah umrah yang mengunjungi Masjid Quba tidak hanya datang ke sebuah bangunan bersejarah. Dengan memahami perjalanan hijrah, jamaah dapat melihat bagaimana tempat tersebut menjadi bagian dari fase awal kehidupan Rasulullah SAW di Madinah.
Hal yang sama berlaku ketika jamaah berada di Masjid Nabawi dan berbagai lokasi sejarah lainnya. Mengetahui latar belakangnya membuat agenda ziarah tidak hanya menjadi kegiatan melihat tempat, tetapi juga kesempatan memahami perjalanan dakwah Nabi.
Pelajaran Hijrah bagi Jamaah Umrah
Kisah hijrah mengajarkan keberanian, kesabaran, perencanaan, persahabatan, serta tawakal kepada Allah SWT. Abu Bakar RA menunjukkan bagaimana seorang sahabat mendampingi Rasulullah SAW dalam keadaan yang penuh risiko. Sementara Rasulullah SAW menunjukkan ketenangan dan keyakinan kepada pertolongan Allah meskipun sedang menghadapi ancaman.
Bagi jamaah umrah, kisah tersebut dapat menjadi bahan renungan selama berada di Madinah. Perjalanan ke Tanah Suci sebaiknya tidak hanya meninggalkan foto dan kenangan. Ada nilai yang dapat dibawa pulang, termasuk semangat untuk memperbaiki ibadah, lebih sabar menghadapi ujian, dan tetap berusaha sambil bertawakal kepada Allah.
Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah menjadi titik penting dalam perjalanan dakwah Islam. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW menghadapi tekanan dengan perencanaan, kesabaran, dan tawakal kepada Allah.
Dari kisah hijrah ini bisa membantu memberikan konteks terhadap tempat-tempat seperti Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Dengan begitu, perjalanan di Madinah tidak hanya menjadi agenda ziarah, tetapi juga kesempatan untuk memahami sejarah dan mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW.
Referensi:
● QS Al-Anfal: 30.
● QS At-Taubah: 40 dan Tafsir Ibn Kathir.
● Dar-al-Ifta.org.
